Link untuk hari ini (2011-12-13)

Hari ini menemukan beberapa hal menarik di Internet yang berkaitan dengan pemrograman:
1. JDBI (
http://www.jdbi.org/
): Pustaka baru untuk mengakses database dengan menggunakan Java. Sebagai catatan, fitur untuk mengakses database dalam bentuk SQL Object sangat menarik.
2. Rickshaw (
http://shutterstock.github.com/rickshaw/
): Pustaka JQuery yang memudahkan kita dalam membuat grafik secara real-time.
3. Dropwizard (
http://dropwizard.codahale.com
): Java Framework untuk membuat REST-ful Web Services. Developed by Yammer.
4. twipsum (
http://twipsum.net/
): Service untuk men-generate Lorem Ipsum dengan memanfaatkan data dari twitter.
5. Spendful (
http://www.spendful.com/
): Aplikasi web untuk mengatur data keuangan tanpa harus menghubungkan dengan rekening bank.

Sekian untuk hari ini.

Kembali nge-blog

Selama ini, saya menggunakan fitur automated posting dari WordPress yang menghubungkan akun delicious.com dengan blog ini. Fitur tersebut akan membuat sebuah posting di blog ini yang berisikan link yang hasil penyimpanan link dari delicious.com. Hampir selama 1 tahun, blog ini hanya berisikan posting dari link delicious.com.

Saat lebaran tahun 2011, timbul masalah dalam auto posting yang disediakan oleh WordPress.com. Setiap link dari delicious.com muncul berkali-kali dalam posting blog. Permasalahan ini sangat mengganggu, terutama karena blog ini terhubung dengan twitter, sehingga memenuhi Timeline twitter saya. Setelah mendapatkan akses Internet, maka saya menon-aktifkan link dari blog ini ke twitter.com sebagai tindakan penyelesaian sementara.

Setelah liburan selesai, saya tetap tidak punya waktu untuk mencari penyebab mengapa postingan link dari delicious.com ini bermasalah. Sampai akhirnya, delicious.com mengubah API dan posting mengenai link ini akhirnya berhenti. Sungguh disayangkan, mengingat delicious.com ini telah menjadi pilihan saya untuk menyimpan bookmark.

Akhirnya di saat saya memiliki waktu luang, saya memulai ‘pembersihan’ terhadap blog ini. Ternyata sangat sulit untuk melakukan penghapusan terhadap banyak posting di WordPress.com. Beberapa kali saya mendapatkan pesan kesalahan dalam proses penghapusan.

Saat ini saya sekarang mencoba berkomitmen untuk menuliskan posting ke blog ini, minimal 1 minggu sekali. Saya ingin mengembalikan blog ini ke tujuannya semula, yaitu sebagai tempat untuk menampung semua pendapat, pembelajaran, dan tidak ketinggalan keluhan. Semoga dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Mempelajari Python

Belum lama ini saya memutuskan untuk mendalami salah satu bahasa pemrograman yang baru, yaitu Python. Salah satu alasannya adalah karena jenuh dengan PHP dan Java, dan kebetulan salah satu proyek yang sedang berjalan menggunakan Python dan Django sebagai framework untuk mengembangkan aplikasinya.

Sebenarnya, Python sudah lama digunakan sebagai alat bantu dalam administrasi sistem yang dikembangkan di tempat bekerja. Akan tetapi, penggunaannya terbatas pada aplikasi desktop yang menggunakan pustaka yang tidak terlalu berkembang. Sementara untuk aplikasi web, banyak pustaka menarik yang menunggu dipelajari.

Hal yang paling menarik dari Python adalah bahasa ini sangat elegan. Struktur bahasa Python memudahkan kita untuk membaca kode orang lain dengan sangat mudah. Setiap kode Python tidak memiliki variasi gaya dalam penulisannya. Semua menggunakan identasi yang seragam, membuat kode program lebih rapih dan mudah dibaca.

Python juga memiliki tools pendukung yang sangat baik. Keberadaan tools ini yang membuat saya tergerak untuk pindah dari PHP dan Java, karena tidak ada pengembangan lebih lanjut mengenai tools pendukung kedua bahasa pemrograman tersebut. Kalaupun memang ada, tools pendukungnya sangat rumit dan sulit digunakan.

Untuk memulai proses pengembangan aplikasi di Python, tools pendukung yang paling banyak disarankan adalah menggunakan virtualenv dan pip. Virtualenv adalah sebuah tool yang menyediakan sebuah lingkungan sandbox yang memungkinkan kita untuk memiliki pustaka Python dengan berbagai macam versi, walaupun berada dalam satu komputer. Virtualenv dapat mengisolasi versi setiap pustaka Python sehingga tidak mengganggu pustaka Python yang dipasang secara global.

Sementara PIP adalah sebuah package manager yang memudahkan kita untuk mengatur pustaka Python. Dengan PIP, pengguna dapat mencari, menghapus dan melakukan pemutakhiran terhadap pustaka Python. PIP bekerja sangat baik dengan virtualenv, bahkan pip mensyaratkan agar sebuah lingkungan virtual untuk aktif terlebih dahulu sebelum menjalankan pip.

Dengan kombinasi pip dan virtualenv, serta koneksi Ineternet yang dapat diandalkan, maka Python akan menjadi menyenangkan.

links for 2011-11-05

links for 2011-11-04

links for 2011-11-03

links for 2011-11-02

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.